Pamekasan | madurakita.id/ – di balik deretan produk kecantikan bermerek Famash Beauty yang kini menembus pasar luar negeri, tersimpan kisah panjang tentang keberanian, kegigihan, dan mimpi besar seorang perempuan muda asal Pamekasan.
Namanya Ulfatul Masruroh (26) warga Teja Pamekasan, atau yang lebih akrab disapa Famash. Ia bukan berasal dari keluarga konglomerat, bukan pula pebisnis turun-temurun. Ia hanyalah seorang mahasiswi biasa, alumni Tadris Bahasa Inggris (TBI) UIN Madura angkatan 2018, yang berani bermimpi besar dan menolak tunduk pada keterbatasan.
Langkah awalnya dimulai sederhana. Tahun 2019, saat masih berstatus mahasiswa, Famash mulai menapaki dunia bisnis sebagai reseller produk kecantikan. Modalnya pun tak besar, hanya sekitar Rp5 juta. Namun dari angka kecil itulah, ia belajar tentang kerasnya persaingan, pahitnya kegagalan, dan arti bertahan dalam tekanan.
“Beberapa kali jatuh bangun. Bahkan pernah sampai nol saldo,” kenangnya lirih.
Bukan hanya soal uang, perjalanan Famash juga penuh ujian mental. Persaingan bisnis kecantikan yang ketat, kepercayaan konsumen yang harus dibangun dari nol, hingga keraguan dari lingkungan sekitar menjadi bagian dari proses panjang yang ia lalui. Namun, satu hal yang tak pernah goyah, keyakinan bahwa ia bisa tumbuh.
Alumni Ponpes Al-Amien Prenduan, Sumenep, ini tak berhenti di posisi reseller. Perlahan, ia mulai membangun identitas brand sendiri. Hingga akhirnya lahirlah Famash Beauty, yang kini memiliki 40 jenis produk kecantikan dengan legalitas resmi dari BPOM.
Tak hanya menguasai pasar lokal, produk Famash Beauty kini telah menembus pasar internasional, mulai dari Malaysia hingga Hongkong. Sebuah pencapaian yang dulu mungkin hanya ada di dalam angan.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, Famash memilih strategi yang dekat dengan generasi muda. Ia menjadikan TikTok dan media sosial sebagai etalase utama bisnisnya.
“Sekarang zamannya digital. Saya fokus di medsos supaya lebih dikenal dan lebih menjangkau generasi milenial,” ujarnya.
Bagi Famash, bisnis bukan semata soal keuntungan, tetapi juga soal dampak. Ia ingin kehadiran Famash Beauty menjadi inspirasi bagi anak muda Pamekasan, khususnya perempuan dan mahasiswi, bahwa membangun usaha bukanlah mimpi yang mustahil.
“Semoga bisa memotivasi generasi Pamekasan untuk menyukai dunia bisnis. Terutama bisnis produk kecantikan, karena ini masih jarang digemari anak muda di sini,” tuturnya.
Dari reseller kecil, saldo nol, hingga produknya menembus mancanegara kisah Famash Beauty bukan sekadar cerita sukses, tetapi narasi tentang keberanian bermimpi, konsistensi berjuang, dan kesabaran menanam harapan.
Penulis : red
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Madura kita





