Pamekasan | Madurakita.id – Gerak jalan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Pamekasan meninggalkan sorotan serius. Puluhan pelajar peserta kegiatan dilaporkan tumbang akibat kelelahan, sementara fasilitas ambulans untuk memberikan pertolongan disebut terbatas.
Kegiatan yang digelar Kamis (13/8/2026) tersebut diikuti pelajar SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Pamekasan.
Pantauan Madurakita.id di lokasi, sejumlah peserta terlihat pingsan setelah mengalami kelelahan. Beberapa di antaranya harus mendapatkan penanganan dan dievakuasi menggunakan ambulans.
Namun, keterbatasan ambulans membuat proses evakuasi peserta yang membutuhkan pertolongan menjadi persoalan tersendiri. Bahkan, terdapat peserta yang disebut harus dibawa menggunakan kendaraan milik warga.
Di tengah kondisi tersebut, persoalan lain muncul. Saat sejumlah peserta masih belum mencapai garis finis, keberadaan panitia penyelenggara disebut sudah tidak terlihat di lokasi.
Padahal, kegiatan tersebut melibatkan pelajar dalam jumlah besar dengan rute yang cukup panjang. Kondisi peserta yang mulai bertumbangan semestinya menjadi alasan bagi panitia untuk tetap berada di lapangan dan memastikan seluruh peserta mendapatkan pertolongan.
Salah satu perwakilan sekolah, Mahfud, menyanpaikan rasa kekecewaannya, ia menilai panitia seharusnya tidak meninggalkan lokasi sebelum seluruh peserta menyelesaikan kegiatan.
“Kami prihatin melihat peserta banyak yang pingsan, tapi panitia menghilang sebelum semua peserta sampai finis. Sementara ambulans juga sangat terbatas, sehingga ada yang harus dibawa dengan mobil warga,” ungkap Mahfud.
Menurutnya, keselamatan peserta semestinya menjadi prioritas utama, terlebih seluruh peserta merupakan pelajar yang mengikuti kegiatan resmi dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Mahfud mempertanyakan kesiapan penyelenggara dalam mengantisipasi kondisi darurat. Sebab, banyaknya peserta yang tumbang seharusnya sudah diprediksi sejak awal mengingat panjangnya rute dan jumlah pelajar yang mengikuti kegiatan.
Ironisnya, ketika kebutuhan terhadap pertolongan medis meningkat, fasilitas kesehatan di lapangan justru dinilai belum memadai dan panitia disebut tidak lagi berada di lokasi.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, Koordinator Panitia Gerak Jalan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Fatimatus Zahrah, mengaku sedang berada di luar kota.
“Mohon maaf saya masih di luar kota, silakan ke panitia yang lain,” ungkapnya singkat.






