Konflik Lahan Tak Kunjung Usai, SDN Tamberu 2 Pamekasan Kembali Disegel Ahli Waris

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah siswa SDN Tamberu 2 saat melihat kondisi sekolahnya (madurakita.id/)

Sejumlah siswa SDN Tamberu 2 saat melihat kondisi sekolahnya (madurakita.id/)

PAMEKASAN| madurakita.id/ – Aktivitas belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, kembali lumpuh total. Bangunan sekolah kembali disegel oleh ahli waris pemilik lahan yang menuntut penyelesaian sengketa dengan pemerintah.

Penyegelan dilakukan lantaran hingga kini persoalan status tanah sekolah tersebut tak kunjung menemukan titik terang. Akibatnya, ratusan siswa terpaksa belajar dari rumah tanpa kepastian kapan bisa kembali ke ruang kelas.

Suasana di lokasi sekolah tampak lengang. Gerbang dipasangi tanda larangan masuk, sementara ruang-ruang belajar dibiarkan kosong. Bagi para orang tua murid, kondisi ini menjadi pukulan berat karena anak-anak mereka kembali kehilangan tempat belajar.

“Kami hanya ingin kejelasan dari pemerintah. Selama belum ada kesepakatan, sekolah ini tidak akan kami buka,” ujar Ach Rasyidi, salah satu ahli waris lahan sekolah. Jumat (24/10/25).

Bukan kali ini saja SDN Tamberu 2 disegel. Pada Juni 2024 lalu, sekolah ini juga sempat ditutup selama sekitar enam bulan sebelum akhirnya dibuka kembali sementara. Namun, karena persoalan lahan tak juga selesai, konflik pun terulang.

Meski terhalang pagar sengketa, semangat para wali murid tidak padam. Mereka bahkan membersihkan area sekitar sekolah dan memanfaatkan tenda darurat milik BPBD agar anak-anak tetap bisa belajar, meski dalam kondisi terbatas.

“Kami hanya ingin anak-anak bisa sekolah lagi seperti biasa. Tolong pemerintah segera selesaikan masalah ini,” harap Juhairiyah, salah satu wali murid.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan sekolah akan dibuka kembali. Pemerintah diharapkan segera turun tangan menuntaskan persoalan sengketa agar hak pendidikan ratusan siswa SDN Tamberu 2 tidak terus terabaikan.

Penulis : red

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Madura kita

Berita Terkait

Siswa Bertumbangan, Ambulans Terbatas: Panitia Gerak Jalan Pamekasan Menghilang Sebelum Acara Selesai
Ketua AJP Tantang Pers Mahasiswa Se-Madura: Jangan Cuma Bisa Menulis, Harus Terukur dan Berani Hancur
LPM Surga STAIFA Pamekasan Raih Peserta Terbaik di Tiga Kampus
Anak Guru Ngaji dari Pamekasan Raih Magister Hukum Cumlaude, Bukti Ketekunan Tak Mengkhianati Hasil
Lembaga Pendidikan Al-Uswah Pamekasan Bangun Peradaban Keluarga Lewat Sekolah Orang Tua
HijAI Gandeng Raudlatul Ulum Kapedi Sumenep Perkuat Pembinaan Qur’an
Studi Wawasan Mahasiswa UIN Madura–UIN KHAS Jember Dorong Kolaborasi Keilmuan Hukum Keluarga Islam
Hj. Ansari Gelar Sosialisasi Kebangsaan di Pesantren Sumber Bungur, Tekan Pesantren Sebagai Nilai Kebangsaan

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:15

Siswa Bertumbangan, Ambulans Terbatas: Panitia Gerak Jalan Pamekasan Menghilang Sebelum Acara Selesai

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:01

Ketua AJP Tantang Pers Mahasiswa Se-Madura: Jangan Cuma Bisa Menulis, Harus Terukur dan Berani Hancur

Senin, 29 Juni 2026 - 05:03

LPM Surga STAIFA Pamekasan Raih Peserta Terbaik di Tiga Kampus

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:10

Anak Guru Ngaji dari Pamekasan Raih Magister Hukum Cumlaude, Bukti Ketekunan Tak Mengkhianati Hasil

Minggu, 1 Februari 2026 - 09:35

Lembaga Pendidikan Al-Uswah Pamekasan Bangun Peradaban Keluarga Lewat Sekolah Orang Tua

Berita Terbaru

hukum dan kriminal

Ayah di Pamekasan Diduga Hamili Anak Kandung Hingga Melahirkan

Kamis, 20 Agu 2026 - 06:50