Pamekasan | Madurakita.id – Persepam Pamekasan harus mengawali perjuangannya di babak 32 besar Liga 4 dengan hasil imbang saat menghadapi Persemay Maybrat Papua di Stadion Brantas, Kota Batu, Malang, Rabu (10/6/2026). Meski berhasil mengamankan satu poin, kubu Laskar Ronggosukowati menilai sejumlah keputusan wasit menjadi faktor yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Pelatih Persepam Pamekasan, Anis Fuad Syamlan, mengungkapkan bahwa pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dengan kedua tim sama-sama menunjukkan ambisi besar untuk meraih kemenangan. Menurutnya, para pemain telah menjalankan instruksi tim pelatih dengan baik sepanjang pertandingan.
“Pertandingan berjalan cukup baik dan para pemain mampu menerapkan strategi yang telah disiapkan. Kedua tim sama-sama berjuang keras untuk memenangkan laga,” ujar Anis.
Namun, di tengah sengitnya pertandingan, Anis menyoroti beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya. Ia menilai kepemimpinan wasit kurang objektif dan cenderung menguntungkan lawan.
“Kami melihat ada beberapa keputusan yang cukup merugikan tim. Dari sudut pandang kami, kepemimpinan wasit terlihat kurang adil dalam beberapa momen penting pertandingan,” katanya.
Meski demikian, Anis memilih untuk tidak larut dalam polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa timnya akan menghormati hasil pertandingan dan fokus mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya melawan tuan rumah Persikoba Kota Batu.
“Kami tidak ingin memperdebatkan keputusan wasit. Saat ini fokus kami sepenuhnya tertuju pada pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Pelatih yang akrab disapa Coach Anis itu berharap skuad Persepam mampu bangkit dan meraih hasil maksimal pada laga kedua demi menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.
“Mudah-mudahan pada pertandingan berikutnya kami bisa meraih kemenangan dan melangkah ke fase berikutnya,” pungkasnya.






