Tarik Jaring Ikan, Nelayan Pamekasan Tewas Terlilit Tali di Tengah Laut

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan | Madurakita.id – Seorang nelayan asal Kabupaten Pamekasan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja saat menarik jaring ikan di atas Kapal Berkah Jawara di sekitar perairan Pulau Gili Gilingan, Kabupaten Sumenep, Selasa (7/7/2026)..

Korban berinisial MH (54), warga Dusun Gilin, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan. Ia diduga terlilit tali tampar saat proses penarikan jaring sehingga mengalami luka dan kesulitan bernapas.

Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, S.H., M.M., mengatakan Satpolairud Polres Pamekasan bersama Polsek Tlanakan, TNI AL, Tim Inafis Satreskrim, dan tenaga medis langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.

Petugas kemudian bersiaga di Pelabuhan Branta Pesisir untuk mengevakuasi korban yang dibawa menggunakan Kapal Berkah Jawara dari lokasi kejadian.

“Setelah kapal sandar sekitar pukul 10.20 WIB, korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Tlanakan menuju rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan medis luar oleh tim medis bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Pamekasan,” kata Yoni.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika kapal berkapasitas 30 GT tersebut sedang melakukan penarikan jaring ikan dengan 11 anak buah kapal.

Saat itu, korban bertugas menarik tali jaring di dekat mesin penarik. Diduga korban kehilangan kendali hingga tubuhnya terseret tali tampar yang sedang bekerja. Rekan-rekan korban segera menghentikan mesin kapal dan berusaha melepaskan lilitan tali dari tubuh korban.

Korban kemudian dievakuasi menuju daratan. Namun, dalam perjalanan melintasi perairan Kecamatan Galis, Pamekasan, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Hasil pemeriksaan menemukan luka lecet pada lengan kanan korban akibat gesekan tali.

Menurut Yoni, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah kerja dan telah membuat pernyataan tidak akan menempuh jalur hukum. Setelah dilakukan pemeriksaan medis luar, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir.

Polres Pamekasan mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan kerja saat melaut, termasuk memastikan kondisi peralatan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut guna mengurangi risiko kecelakaan kerja.

Berita Terkait

Founder BIP Jelaskan Filosofi Nama Orang Tua dalam Program Bantuan: “Ini Bentuk Bakti, Bukan Mencari Penghormatan”
Pegawai SPPG Minta MBG Tak Dihentikan, Satgas Pamekasan Dorong Evaluasi dan Perbaikan Pelaksanaan
Dari Kandang Pamekasan ke Istana: Sapi “Ronggo” Lolos Seleksi Kurban Presiden
Ribuan Massa Datangi Kantor Bupati Pamekasan, Minta Perlindungan Industri Tembakau Lokal dan Legalitas LSM
Mahfud MD Soroti Ruang Demokrasi dalam KUHP Baru: Aksi Demontrasi Cukup Pemberitahuan
PWI Pamekasan Nyatakan Sikap, Kawal Kebijakan Daerah dan Percepat KEK Madura
17 Siswa di Blumbungan Pamekasan Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG
Harjad ke-495, Pamekasan Rayakan Ulang Tahun dengan Bahasa Madura dan Busana Adat

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:06

Founder BIP Jelaskan Filosofi Nama Orang Tua dalam Program Bantuan: “Ini Bentuk Bakti, Bukan Mencari Penghormatan”

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:51

Tarik Jaring Ikan, Nelayan Pamekasan Tewas Terlilit Tali di Tengah Laut

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:41

Dari Kandang Pamekasan ke Istana: Sapi “Ronggo” Lolos Seleksi Kurban Presiden

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:41

Ribuan Massa Datangi Kantor Bupati Pamekasan, Minta Perlindungan Industri Tembakau Lokal dan Legalitas LSM

Senin, 5 Januari 2026 - 13:02

Mahfud MD Soroti Ruang Demokrasi dalam KUHP Baru: Aksi Demontrasi Cukup Pemberitahuan

Berita Terbaru